Rabu, 25 Mei 2016


METFORMIN
Metformin merupakan antihiperglikemik; bukan hipoglikemik. obat ini tidak menstimulasi pelepasan insulin dari pankreas dan biasanya tidak menyebabkan hipoglikemia, bahkan pada dosis besar. metformin menurunkan kadar glukosa terutama dengan menurunkan produksi glukosa hepatik dan dengan meningkatkan kerja insulin di otot dan lemak. kerja ini diperantarai sebagian oleh aktivasi protein kinase teraktivasi AMP (AMP kinase). Mekanisme metformin mengurangi produksi glukosa hepatik ini bersifat kontroversial, tetapi sebagian besar data mendukung efek pada penurunan glukoneogenesis. 
Metformin diabsorpsi terutama dari usus halus. obat ini stabil, tidak berikatan pada protein plasma, dan diekskresikan dalam bentuk utuh di urine. obat ini memiliki t1/2 2 jam. dosis harian maksimum yang direkomendasikan adalah 2,5 g terbagi dalam tiga dosis bersama makanan. perhatian dan efek merugikan pasien dengan gangguan ginjal tidak boleh diberikan metformin. kontraindikasi lain meliputi penyakit hepatik, riwayat asidosis laktat, gagal jantungyang memerlukan terapi obat, atau penyakit paru hipoksik kronis. semua kondisi ini memberikan kecenderungan pada komplikasi asidosis laktat yang berpotensi fatal. metformin harus dihentikan sementara sebelum pemberian medium kontras secara intravena dan sebelum prosedur operasi. obat ini tidak boleh diberikan secara berulang kurang dari 48 jam setelah prosedur-prosedur tersebut dan sebaiknya tidak digunakan hingga fungsi ginjal kembali normal. (goodman and gillman manual farmakologi dan terapi : 1004
Mekanisme kerja Mengurangi glukosa darah dengan mengurangi produksi glukosa hepatik. Mungkin juga mengurangi penyerapan usus glukosa dan meningkatkan respon terhadap insulin. Untuk menurunkan glukosa darah pada pasien dengan diabetes mellitus tipe 2 yang hiperglikemia tidak dapat dikontrol oleh diet saja. (A to Z Drugs Facts : Metformin HCl) 
Mekanisme utama aksi metformin adalah pengurangan output glukosa hepatik, dengan menghambat sebagian besar glukoneogenesis di hati [Catatan: glukosa berlebih yang diproduksi oleh hati adalah sumber utama glukosa darah tinggi pada diabetes tipe 2, akuntansi untuk glukosa darah tinggi saat bangun di pagi hari.] Metformin juga memperlambat penyerapan glukosa di usus dan meningkatkan penyerapan glukosa perifer dan pemanfaatannya. Sebuah properti penting dari obat ini adalah kemampuannya yang sederhana untuk mengurangi hiperlipidemia (low-density lipoprotein [LDL] dan very-low-density lipoprotein [VLDL] konsentrasi kolesterol yang menurun, dan high-density lipoprotein [HDL] kolesterol naik). Pasien umumnya kehilangan berat badan karena kehilangan nafsu makan. Itu algoritma pengobatan ADA merekomendasikan metformin sebagai obat pilihan bagi yang baru didiagnosis diabetes tipe 2. Metformin dapat digunakan sendiri atau dalam kombinasi dengan salah satu agen lainnya serta dengan insulin. Hipoglikemia dapat terjadi ketika metformin diambil dalam kombinasi dengan insulin. [Catatan: Jika digunakan dengan insulin, dosis insulin mungkin membutuhkan penyesuaian karena metformin menurunkan produksi glukosa oleh hati.] (Lipincott : 309)


Jumat, 13 April 2012

mencari jejak Ibu di ruang hampa

Mencari jejak ibu Di ruang hampa

Oh... Ibu...
Aku tahu kau lelah, aku tahu kau bahkan letih
Hanya untuk mengeluarkanku di dunia ini
 Dan itu semata-mata untuk diriku seorang
Pengabdianmu tiada henti...
Kasih dan sayangmupun tak berhenti bertutur
Oh... Ibu
Aku tak tahu betapa sulitnya dirimu untukku
Betapa malang nasibmu untukku
Dan berapa sering kali aku melukaimu hatimu...???
Dan bahkan tanpa sengajapun aku meneteskan air matamu...
Dan betapa berharganya dirimu untuk diriku???
Oh...Ibu
Seandainya diriku dapat memutar waktu
Takkan kusakiti dirimu lagi
Takkan ku khianati dirimu lagi
Dan aku rela tukar hidup mati denganmu...
Oh...Tuhan
Bagaimana caranya diriku bisa kembali tanpa membawa bekas luka di sanubari ibuku???
Aku akan berusaha sebaik mungkin....!!!
Dan semoga... jika aku kelak di syurga nanti
Aku bahagia hidup bersama ibuku...
Oh...Tuhanku
Ku serahkan hidup dan matiku semata-mata untuk beribadah padamu...

titipan-Nya Segalanya Bagi Diriku


Titipan-nya segalanya bagi diriku
Sering kali aku berkata, ketika orang memuji milikku,
bahwa sesungguhnya ini hanya titipan
Bahwa ini hanya titipan Nya, bahwa itu hanya titipan Nya,
bahwa semua yang aku miliki hanya titipan Nya
Tetapi, mengapa aku tidak pernah bertanya, mengapa Dia menitipkan padaku?
Untuk apa Dia menitipkan ini padaku?
Dan kalau bukan milikku, apa yang harus kulakukan untuk milik Nya ini?
Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yg bukan milikku?
Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu diminta kembali oleh
Nya?
Ketika diminta kembali, kusebut itu sebagai musibah,
kusebut itu sebagai ujian, kusebut itu sebagai petaka,
kusebut dengan panggilan apa saja yang melukiskan bahwa itu adalah derita
Ketika aku berdoa, kuminta titipan yg cocok dengan hawa nafsuku,
aku ingin lebih banyak harta, lebih banyak mobil, lebih banyak rumah,
lebih banyak popularitas, dan kutolak sakit, kutolak kemiskinan.
Seolah semua “derita” adalah hukuman bagiku
Seolah keadilan dan kasih Nya harus berjalan seperti matematika:
“aku rajin beribadah, maka selayaknyalah derita menjauh dariku,
dan nikmat dunia kerap menghampiriku
Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang, dan bukan kekasih
Kuminta Dia membalas “perlakuan baikku” dan
menolak keputusan Nya yang tak sesuai keinginanku,
Gusti, padahal tiap hari kuucapkan, hidup dan matiku hanyalah untuk
beribadah…
“Ketika langit dan bumi bersatu, bencana dan keberuntungan sama saja”